Subneting IPv4
“ Range Ip address ”
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Ipv4.. ya itulah materi yang akan kita bahas disini dan lebih menonjol pada subneting. Dan pada dunia jaringan subneting ini akan sangat diperlukan pada jaringan berskala besar maupun jaringan berskala kecil.
RFC 950 mengartikan penggunaan sebuah pola jaringan yang disebut juga sebagai sebuah pola alamat (address mask) sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan pengidentifikasi jaringan (network identifier) dari pengidentifikasi induk (host identifier) dalam sebuah alamat IP. Bit-bit pola jaringan diberi arti sebagai berikut:
Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh pengidentifikasi jaringan diatur ke nilai 1.
Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh pengidentifikasi induk diatur ke nilai 0.
Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh pengidentifikasi jaringan diatur ke nilai 1.
Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh pengidentifikasi induk diatur ke nilai 0.
Setiap induk (host) di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah pola jaringan meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu pola jaringan asli (default subnet mask) (yang digunakan ketika memakai pengidentifikasi jaringan berbasis kelas) ataupun pola jaringan yang disuaikan yang digunakan ketika membuat sebuah jaringan atau jaringan (supernet)) harus diatur pasang dalam setiap simpul (node) TCP/IP.
Oke kita langsung simak tabel Subneting nya…
Berikut ini adalah tabel submask A, B, dan C :
· Kelas A
Ip : 0-127
: 11111111.00000000.00000000.00000000
Netmask : 255.0.0.0
· Kelas B
Range IP : 128-191
: 11111111.11111111.00000000.00000000
Netmask : 255.255.0.0
· Kelas C
Range IP : 192-223
: 11111111.11111111.11111111.00000000
Netmask : 255.255.255.0
Tabel subnetting Kelas A :
CIDR Subnet Mask Host Network
/8 255.0.0.0 16777212 1
/9 255.128.0.0 8388606 2
/10 255.192.0.0 4194302 4
/11 255.224.0.0 2097150 8
/12 255.240.0.0 1048574 16
/13 255.248.0.0 524286 32
/14 255.252.0.0 262142 64
/15 255.254.0.0 131070 128
Tabel subneting Kelas B :
CIDR Subnet Host Network
/16 255.255.0.0 65534 1
/17 255.255.128.0 32766 2
/18 255.255.192.0 16382 4
/19 255.255.224.0 8190 8
/20 255.255.240.0 4094 16
/21 255.255.248.0 2046 32
/22 255.255.252.0 1022 64
/23 255.255.254.0 510 128
Tabel subneting Kelas C :
CIDR Subnet Host Network
/24 255.255.255.0 254 1
/25 255.255.255.128 126 2
/26 255.255.255.192 62 4
/27 255.255.255.224 30 8
/28 255.255.255.240 14 16
/29 255.255.255.248 6 32
/30 255.255.255.252 2 64
/31 255.255.255.254 0 128
Itu deretan subnet IP address V4 yang dapat kita gunakan dalam sebuah jaringan. Pada umumnya CIDR yang dipakai paling akhir adalah /30, dan itu juga hanya dapat di pakai untuk P2P saja karena pada ip v4 /30 hanya dapat menampung host sebanyak 2 saja tidak bisa lebih.
Itu materi mengenai tabel subneting dalam ip address v4.
Bila ada request atau yang kurang dimengerti untuk ditanyakan kalian bisa mencorat-coret dikomentar.
Bila ada request atau yang kurang dimengerti untuk ditanyakan kalian bisa mencorat-coret dikomentar.
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh